Menteri Koperasi Atur Ketat Ritel Modern Alfamart dan Indomaret Masuk Desa

Sabtu, 21 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerintah pusat kini tengah menyoroti ekspansi jaringan minimarket yang mulai merambah hingga ke pelosok desa termasuk di Lampung.(ilustrasi: Kitani.id)

Pemerintah pusat kini tengah menyoroti ekspansi jaringan minimarket yang mulai merambah hingga ke pelosok desa termasuk di Lampung.(ilustrasi: Kitani.id)

Inti Berita:

Masalah: Dominasi ritel modern di desa membuat perputaran uang lari ke pemegang saham besar di Jakarta, bukan ke warga lokal.

Solusi: Pemerintah mendorong moratorium izin ritel modern dan memperkuat Koperasi Merah Putih sebagai motor ekonomi desa.

Data: Target pertumbuhan Koperasi Merah Putih mencapai puluhan ribu unit untuk memasarkan produk UMKM dan menyerap tenaga kerja.

(Kitani.id): Pemerintah pusat kini tengah menyoroti ekspansi jaringan minimarket yang mulai merambah hingga ke pelosok desa termasuk di Lampung. Menteri Koperasi Ferry Juliantono menegaskan bahwa meski tidak menyetop total, perlu ada pengaturan ketat agar ekonomi warga tetap mandiri.

Baca Juga  Menkeu Siapkan Bank Khusus Salurkan KUR untuk “Manjakan” UMKM

Hal ini penting supaya desa tidak didominasi ritel modern karena masyarakat sudah memiliki Koperasi Merah Putih sebagai kekuatan ekonomi.

Lindungi Ekonomi Desa Melalui Moratorium Ritel

Kehadiran minimarket seperti Alfamart dan Indomaret di wilayah pedesaan kini dievaluasi kembali oleh pemerintah. Ferry mengaku banyak mendengar aspirasi dari kepala daerah yang menginginkan adanya penangguhan izin atau moratorium bagi ritel tersebut. Langkah ini bertujuan agar perputaran uang tetap berada di kantong warga desa melalui Koperasi Desa (Kopdes).

Baca Juga  Program Jaga Desa Lampung Selatan Dorong Transparansi

“Sebaiknya desa jangan ada Alfamart dan Indomaret karena sudah ada Kopdes. Karena biar uang itu berputar di desa, tidak ke pemilik saham yang di Jakarta,” ujar Ferry pada Sabtu (21 Februari 2026). Ia juga menekankan bahwa izin ritel modern yang sudah beroperasi saat ini perlu ditinjau ulang demi keadilan masyarakat lokal.

Perkuat Koperasi Merah Putih dan Warung Madura

Sebagai strategi tandingan, pemerintah menyiapkan penguatan Koperasi Merah Putih yang ditargetkan tumbuh hingga puluhan ribu unit. Wadah ini diyakini mampu membuka lapangan kerja sekaligus menjadi tempat pemasaran utama bagi produk-produk UMKM Lampung. Ferry merasa optimis bahwa masyarakat pedesaan mampu menjadi pelaku ekonomi aktif melalui badan usaha koperasi.

Baca Juga  Perdagangan Karbon Lampung, Amazon Lirik Potensi Hijau di Way Kambas

Selain itu, Koperasi Merah Putih akan tetap merangkul warung tradisional, termasuk warung Madura, serta jaringan ritel digital. Sinergi ini diharapkan memperkuat ekosistem ekonomi kerakyatan di daerah agar tidak kalah saing. “Masyarakat harus menjadi pelaku ekonomi dengan koperasi sebagai badan usahanya. Ada tantangannya pasti, tapi kami optimistis,” pungkas Ferry.(*)

Berita Terkait

Program Desaku Maju Lampung Sasar 800 Titik POC, Fokus Hilirisasi Pertanian
Dinas PMDT Lampung Fokuskan Pembinaan untuk Dorong Target BUMDES Maju
BUMDES Lampung Jadi Pemasok Utama Makan Bergizi Gratis
Optimalkan Ekonomi Desa, Ribuan BUMDes di Lampung Kini Resmi Berbadan Hukum
Program Desaku Maju Perkuat Sektor Pertanian di Pesawaran
Program Jaga Desa Lampung Selatan Dorong Transparansi
Tak Ada Lagi Anak Desa Basah-basahan ke Sekolah, Presiden Resmikan 218 Jembatan Terpencil
2.651 Desa di Lampung Kini Punya Pos Bantuan Hukum Gratis untuk Warga Kecil

Berita Terkait

Rabu, 8 April 2026 - 11:50 WIB

Program Desaku Maju Lampung Sasar 800 Titik POC, Fokus Hilirisasi Pertanian

Kamis, 19 Maret 2026 - 19:29 WIB

Dinas PMDT Lampung Fokuskan Pembinaan untuk Dorong Target BUMDES Maju

Rabu, 18 Maret 2026 - 22:45 WIB

BUMDES Lampung Jadi Pemasok Utama Makan Bergizi Gratis

Selasa, 17 Maret 2026 - 21:22 WIB

Optimalkan Ekonomi Desa, Ribuan BUMDes di Lampung Kini Resmi Berbadan Hukum

Sabtu, 14 Maret 2026 - 10:39 WIB

Program Desaku Maju Perkuat Sektor Pertanian di Pesawaran

Berita Terbaru

Ancaman kekeringan ekstrem akibat fenomena El Nino diprediksi melanda Lampung pada Mei hingga September 2026.(ilustrasi: Kitani.id)

Dinamika

Mitigasi El Nino Lampung Jaga Stabilitas Pangan Nasional

Jumat, 10 Apr 2026 - 23:32 WIB

Produk perikanan Indonesia sulit bersaing global karena isu transparansi dan legalitas rantai pasok.(Foto: ist)

Perikanan

Stelina Perkuat Daya Saing Produk Perikanan Indonesia

Jumat, 10 Apr 2026 - 18:51 WIB