Gubernur Mirza Kasih Jalan untuk Anak Muda Lampung Jadi Petani Modern

Sabtu, 7 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Mirza membersamai anak muda Lampung yang ingin bertani sebagai upaya regenerasi petani dan pertanian modern berkelanjutan. (Ilustrasi: ist)

Gubernur Mirza membersamai anak muda Lampung yang ingin bertani sebagai upaya regenerasi petani dan pertanian modern berkelanjutan. (Ilustrasi: ist)

Inti Berita:

Masalah: Anak muda Lampung sering mengeluh karena keterbatasan lahan, minim modal, dan kurangnya pengalaman bertani.

Solusi: Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, menyiapkan program penunjang pertanian modern untuk petani milenial.

Data: Tokoh dunia seperti Mark Zuckerberg dan Bill Gates kini beralih ke bisnis agribisnis sebagai sektor yang menjanjikan.

(Kitani.id): Anak muda Lampung seringkali memiliki banyak dalih saat diminta bertani. Mereka biasanya mengeluhkan keterbatasan lahan hingga minimnya pengalaman. Padahal, saat ini sudah tersedia model pertanian modern yang lebih praktis. Selanjutnya, Gubernur Mirza pun telah menyiapkan berbagai program penunjang untuk membantu.

Sebelumnya, kita telah membahas betapa ketinggalan zaman jika pemuda masih gengsi bertani. Sebab saat ini, pesohor dunia justru sedang berbondong-bondong menekuni bisnis pertanian. Artinya, mereka yang brilian dalam berpikir, terbukti memilih sektor pangan.

Sebut saja nama besar seperti Mark Zuckerberg, sang bos Facebook. Lalu ada Jack Ma yang merupakan pendiri Alibaba Group. Konglomerat e-commerce ini sangat getol berinvestasi pada startup teknologi pertanian.

Baca Juga  Cegah Krisis Pangan di Lampung, Petani Harus Mulai Mandiri Pupuk Organik

Kemudian ada juga Bill Gates yang merupakan pendiri Microsoft. Belakangan ia pun keranjingan dengan sektor agribisnis global. Ternyata ranah bisnis pertanian dan peternakan terlihat sangat seksi di mata mereka.

Jalan Keluar Bagi Generasi Muda Lampung

Setelah melihat perbandingan itu, kalangan muda Lampung seharusnya mulai tergugah. Namun, memang masih ada sederet kendala yang sering menghambat niat tersebut.

Tetapi, tak perlu gusar. Apalagi merasa pupus harapan. Karena peribahasa bilang, masih banyak jalan menuju Roma.

Salah satu jalan tersebut telah dipersiapkan oleh Gubernur Mirza. Pada satu kesempatan ia pernah mengutarakan ingin memastikan anak muda Lampung punya akses modal dan teknologi untuk bertani.

Mungkinkah ini sebatas wacana saja. Tak ubahnya gincu pemanis yang mudah luntur?

Nyatanya bukan meredup, semangat membangun pertanian modern yang berkelanjutan dan melibatkan generasi muda malah terus dikumandangkan oleh Gubernur Mirza. Bahkan ia menyambut antusias program strategis Petani Milenial yang diinisiasi Kementerian Pertanian (Kementan) RI.

Baca Juga  Tumbal Angka di Tanah Surplus

Berdasarkan data Sensus Pertanian 2023 BPS, Provinsi Lampung memiliki 337.487 petani milenial (usia 19-39 tahun) atau sekitar 25,18% dari total petani. Terbanyak berada di Lampung Tengah (60.285 orang) dan Lampung Timur (48.622 orang).

Program Petani Milenial memiliki kelompok khusus bernama Brigade Pangan. Kelompok inilah yang menjadi garda terdepan dalam pengelolaan lahan.

Program ini secara nasional menargetkan jutaan anak muda dengan memanfaatkan teknologi (drone, mekanisasi) untuk budidaya, peternakan, dan hortikultura. Para petani muda itu memperoleh pendampingan teknis, bahkan permodalan dalam mengakses Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebagai modal kerja.

Program tersebut merupakan kerja sama pemerintah daerah dengan Balai Pelatihan Pertanian (Bapeltan). Saat ini sudah terdapat 140 Brigade Pangan yang tersebar di empat kabupaten yakni Mesuji, Lampung Timur, Lampung Tengah, dan Tulang Bawang.

Secara umum, Gubernur Mirza menaruh perhatian besar terkait kesejahteraan petani, termasuk terhadap kalangan petani muda. Keberpihakan tersebut bisa dilihat melalui kebijakan hilirisasi, perbaikan infrastruktur, dan stabilisasi harga.

Baca Juga  Gubernur Mirza, Ada PPL Berjibaku Nun Jauh di Sana

Ambil contoh, sebagai bentuk fokus terhadap pengembangan hilirisasi dan penerapan teknologi pertanian, Pemprov Lampung mengembangkan program Desaku Maju. Salah satu bentuk kegiatannya ialah menghadirkan bantuan mesin dryer dan pupuk organik cair untuk meningkatkan harga jual hasil tani langsung dari desa.

Kalau sudah ada bukti riil seperti itu, kiranya bukan hal berat lagi bagi generasi muda Lampung untuk menggeluti pertanian dan peternakan. Bahkan, Gubernur Mirza memastikan akan terus membersamai petani, sekaligus membuka pintu lebar ruang berdialog, sebagai teman diskusi. Tentu akan mengasyikkan melihat gubernur muda ngobrol bareng petani milenial.(*)

Berita Terkait

Resonansi Cashflow PTPN I pada Ekonomi Kawasan, Cerita dari Warung Sate
Tumbal Angka di Tanah Surplus
“Enaknya” Diapakan SPPG Makan Bergizi Gratis ini?
Solusi Ekonomi Desa, KDMP dan BUMDes Kelola MBG
Menikmati Kopi Liwa dan Tanggamus di Cafe, Sambil Bertanya: Sudahkah Petani Ikut Sejahtera?
Lada, Antara Nostalgia dan Produksi Yang Tidak Berdaya
Gubernur Mirza, Ada PPL Berjibaku Nun Jauh di Sana
Konflik Global Mengancam, Petani Jagung Lampung Hadapi Risiko Kelangkaan Pupuk

Berita Terkait

Rabu, 8 April 2026 - 17:24 WIB

Resonansi Cashflow PTPN I pada Ekonomi Kawasan, Cerita dari Warung Sate

Senin, 6 April 2026 - 17:04 WIB

Tumbal Angka di Tanah Surplus

Senin, 6 April 2026 - 15:05 WIB

“Enaknya” Diapakan SPPG Makan Bergizi Gratis ini?

Jumat, 3 April 2026 - 13:28 WIB

Solusi Ekonomi Desa, KDMP dan BUMDes Kelola MBG

Kamis, 26 Maret 2026 - 19:55 WIB

Menikmati Kopi Liwa dan Tanggamus di Cafe, Sambil Bertanya: Sudahkah Petani Ikut Sejahtera?

Berita Terbaru

Ancaman kekeringan ekstrem akibat fenomena El Nino diprediksi melanda Lampung pada Mei hingga September 2026.(ilustrasi: Kitani.id)

Dinamika

Mitigasi El Nino Lampung Jaga Stabilitas Pangan Nasional

Jumat, 10 Apr 2026 - 23:32 WIB

Produk perikanan Indonesia sulit bersaing global karena isu transparansi dan legalitas rantai pasok.(Foto: ist)

Perikanan

Stelina Perkuat Daya Saing Produk Perikanan Indonesia

Jumat, 10 Apr 2026 - 18:51 WIB