Inti Berita:
• Masalah: Sistem pemantauan sawah konvensional sangat tidak efisien karena memakan waktu lama serta menguras banyak tenaga kerja.
• Solusi: Penerapan teknologi GeoAI (GIS, AI, dan penginderaan jauh) serta Federated Learning untuk mengawasi lahan secara otomatis.
• Data: Penggunaan citra satelit multi-temporal memungkinkan pemantauan perubahan kondisi lingkungan dan kesuburan tanah secara berkala.
(Kitani.id): Menjaga ketersediaan pangan nasional memerlukan sentuhan teknologi modern agar lebih akurat dan terukur. Tantangan besar dalam sektor ini adalah bagaimana mengawasi lahan sawah yang sangat luas dengan cepat.
Wawan Hendriawan, Peneliti dari PRSDI BRIN, menjelaskan bahwa sistem manual sudah tidak lagi memadai di era digital saat ini. Maka dari itu, ia menawarkan Framework GeoAI sebagai langkah efisiensi bagi sektor pertanian nasional.
“Tantangan dari sistem monitoring tradisional yakni efisiensi, karena memakan waktu lama dan membutuhkan banyak tenaga kerja,” ungkap Wawan, Sabtu (14 Maret 2026).
Teknologi ini bekerja dengan mengambil data dari satelit, lalu mengolahnya menggunakan kecerdasan buatan untuk menghasilkan rekomendasi bagi petani. Melalui sistem ini, petani bisa mengetahui tingkat kesuburan tanah hingga ancaman kekeringan sejak dini.
Pantauan Drone dan Pertanian Presisi
Selain pantauan satelit, teknologi Federated Learning juga mulai diperkenalkan untuk mendukung pertanian presisi di Indonesia.
Mochammad Nizar Palefi Ma’ady, dosen Telkom University Surabaya, menyebutkan bahwa teknologi tersebut mampu mendeteksi penyakit tanaman hingga keberadaan gulma hanya melalui rekaman video drone. Hal ini sangat membantu dalam menentukan tindakan yang tepat di lapangan.
Meskipun perangkat keras yang dibutuhkan cukup mahal, Nizar memberikan alternatif melalui pengolahan data secara lokal di masing-masing lokasi lahan.
“Penelitian mengenai penerapan Federated Learning di negara berkembang, termasuk Indonesia, masih relatif terbatas sehingga membuka peluang besar,” ujarnya. Langkah ini diharapkan mampu membawa petani menuju sistem pertanian yang lebih mandiri dan berkelanjutan.(*)








