GeoAI Pertanian, Solusi Canggih Pantau Sawah dan Stok Pangan

Senin, 16 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penerapan teknologi GeoAI (GIS, AI, dan penginderaan jauh) serta Federated Learning untuk mengawasi lahan secara otomatis.(Ilustrasi: Kitani.id)

Penerapan teknologi GeoAI (GIS, AI, dan penginderaan jauh) serta Federated Learning untuk mengawasi lahan secara otomatis.(Ilustrasi: Kitani.id)

Inti Berita:

Masalah: Sistem pemantauan sawah konvensional sangat tidak efisien karena memakan waktu lama serta menguras banyak tenaga kerja.

Solusi: Penerapan teknologi GeoAI (GIS, AI, dan penginderaan jauh) serta Federated Learning untuk mengawasi lahan secara otomatis.

Data: Penggunaan citra satelit multi-temporal memungkinkan pemantauan perubahan kondisi lingkungan dan kesuburan tanah secara berkala.

(Kitani.id): Menjaga ketersediaan pangan nasional memerlukan sentuhan teknologi modern agar lebih akurat dan terukur. Tantangan besar dalam sektor ini adalah bagaimana mengawasi lahan sawah yang sangat luas dengan cepat.

Baca Juga  Strategi Itera Sulap Singkong Lampung Jadi Mocaf Bernilai Tinggi

Wawan Hendriawan, Peneliti dari PRSDI BRIN, menjelaskan bahwa sistem manual sudah tidak lagi memadai di era digital saat ini. Maka dari itu, ia menawarkan Framework GeoAI sebagai langkah efisiensi bagi sektor pertanian nasional.

“Tantangan dari sistem monitoring tradisional yakni efisiensi, karena memakan waktu lama dan membutuhkan banyak tenaga kerja,” ungkap Wawan, Sabtu (14 Maret 2026).

Teknologi ini bekerja dengan mengambil data dari satelit, lalu mengolahnya menggunakan kecerdasan buatan untuk menghasilkan rekomendasi bagi petani. Melalui sistem ini, petani bisa mengetahui tingkat kesuburan tanah hingga ancaman kekeringan sejak dini.

Baca Juga  Polri di Lampung Tanam Jagung Serentak, Target Lahan Tembus 103 Persen

Pantauan Drone dan Pertanian Presisi

Selain pantauan satelit, teknologi Federated Learning juga mulai diperkenalkan untuk mendukung pertanian presisi di Indonesia.

Mochammad Nizar Palefi Ma’ady, dosen Telkom University Surabaya, menyebutkan bahwa teknologi tersebut mampu mendeteksi penyakit tanaman hingga keberadaan gulma hanya melalui rekaman video drone. Hal ini sangat membantu dalam menentukan tindakan yang tepat di lapangan.

Baca Juga  Panjat Kelapa tak Perlu Monyet Lagi, Kementan Jajaki Teknologi Modern

Meskipun perangkat keras yang dibutuhkan cukup mahal, Nizar memberikan alternatif melalui pengolahan data secara lokal di masing-masing lokasi lahan.

“Penelitian mengenai penerapan Federated Learning di negara berkembang, termasuk Indonesia, masih relatif terbatas sehingga membuka peluang besar,” ujarnya. Langkah ini diharapkan mampu membawa petani menuju sistem pertanian yang lebih mandiri dan berkelanjutan.(*)

Berita Terkait

Udara Bersih Tingkatkan Hasil Panen dan Tekan Risiko Kelaparan Global
BRIN Siapkan Peneliti Muda untuk Inovasi di Sektor Pertanian dan Pangan
Aquaponik Modern, Solusi Pangan Hemat Lahan untuk Warga Kota
Inovasi Grafting Singkong Karet Unila, Solusi Cepat Perbanyak Bibit Ubi Kayu Unggul
Alat Pengering Hybrid Unila, Solusi Modern Pengeringan Hasil Tani
Mentan Amran Borong Teknologi Kampus untuk Petani
Panjat Kelapa tak Perlu Monyet Lagi, Kementan Jajaki Teknologi Modern
Inovasi EC+ Solusi Murah Olah Limbah Cair Sawit Jadi Air Bersih dan Pupuk

Berita Terkait

Minggu, 22 Maret 2026 - 13:38 WIB

Udara Bersih Tingkatkan Hasil Panen dan Tekan Risiko Kelaparan Global

Kamis, 19 Maret 2026 - 19:23 WIB

BRIN Siapkan Peneliti Muda untuk Inovasi di Sektor Pertanian dan Pangan

Kamis, 19 Maret 2026 - 12:37 WIB

Aquaponik Modern, Solusi Pangan Hemat Lahan untuk Warga Kota

Senin, 16 Maret 2026 - 22:52 WIB

Inovasi Grafting Singkong Karet Unila, Solusi Cepat Perbanyak Bibit Ubi Kayu Unggul

Senin, 16 Maret 2026 - 14:04 WIB

GeoAI Pertanian, Solusi Canggih Pantau Sawah dan Stok Pangan

Berita Terbaru

Penguatan rantai pasok kakao melalui agregasi petani, perbaikan sistem pascapanen, dan integrasi logistik dari hulu ke hilir.

Perkebunan

Membenahi Rantai Pasok Kakao Nasional untuk Tekan Impor

Senin, 23 Mar 2026 - 20:04 WIB