Inti Berita
• Masalah: Kredit Bank Lampung masih didominasi sektor konsumtif dan kredit mikro di desa justru melambat.
• Solusi: Gubernur meminta Bank Lampung fokus membiayai sektor riil seperti pertanian dan UMKM desa pada 2026.
• Data/Biaya: Perputaran dana pemda mencapai Rp32 triliun per tahun harus dikelola optimal untuk ekonomi lokal.
(Kitani.id): Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, ingin melihat perubahan besar pada Bank Lampung di tahun 2026. Ia meminta bank milik daerah ini tidak hanya mengejar keuntungan di atas kertas. Bank Lampung harus mulai berani mengalirkan modal hingga ke pelosok desa.
Harapan ini disampaikan Gubernur Mirza saat memberikan keterangan di Bandar Lampung, Selasa (13/1/2026). Menurutnya, laba yang diraih saat ini sudah sangat baik. Namun, ia ingin manfaatnya lebih dirasakan nyata oleh masyarakat kecil.
“Laba Bank Lampung sudah sangat baik. Tapi di 2026 harus melompat. Bank Lampung tidak boleh hanya bagus di neraca, tapi harus besar manfaatnya bagi masyarakat,” ujar Gubernur Mirza dengan tegas.
Uang Rakyat Harus Berputar di Lampung
Setiap tahun, ada sekitar Rp32 triliun dana pemerintah daerah yang berputar. Gubernur menekankan pentingnya peran Bank Lampung untuk menjaga agar modal besar ini tetap tinggal di Bumi Ruwa Jurai. Ia tidak ingin dana tersebut justru lari ke luar daerah.
“Bank Lampung memiliki peran krusial untuk memastikan perputaran uang tersebut tetap berada di Lampung dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal,” katanya. Baginya, Bank Lampung adalah instrumen strategis untuk menggerakkan ekonomi rakyat.
Sepanjang tahun 2025, performa Bank Lampung sebenarnya sangat sehat. Aset dan labanya melonjak hingga hampir dua kali lipat. Sayangnya, Gubernur mencatat bahwa pinjaman yang diberikan masih didominasi oleh kebutuhan konsumtif.
“Komposisi kredit masih didominasi oleh kredit konsumtif, serta ada perlambatan kredit mikro. Ini belum sejalan dengan agenda penguatan ekonomi riil daerah,” jelas Mirza. Kondisi ini menjadi perhatian serius untuk segera dibenahi.
Sektor Pertanian dan UMKM Jadi Prioritas
Gubernur Mirza meminta Bank Lampung menjadikan desa sebagai tulang punggung ekonomi. Sektor pertanian, KUR mikro, hingga industri kecil harus menjadi prioritas pembiayaan. Kredit produktif dinilai lebih mampu menciptakan efek berganda bagi kesejahteraan warga.
“Bank Lampung harus hadir sebagai motor penggerak ekonomi Lampung. Bukan hanya sebagai bank yang untung, tetapi bank yang berdampak,” tambahnya. Ia pun meminta disiapkan peta jalan yang jelas agar layanan digital bisa menembus hingga ke desa.(*)








