Panjat Kelapa tak Perlu Monyet Lagi, Kementan Jajaki Teknologi Modern

Jumat, 13 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penggunaan alat panjat kelapa inovasi dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).(Ilustrasi: ist)

Penggunaan alat panjat kelapa inovasi dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).(Ilustrasi: ist)

Inti Berita:

Masalah: Risiko kecelakaan kerja saat memanjat pohon kelapa yang tinggi dan ketergantungan pada tenaga hewan (monyet).

Solusi: Penggunaan alat panjat kelapa inovasi dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).

Data: Kementerian Pertanian memesan 10 unit tahap awal untuk uji coba operasional.

(Kitani.id): Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman membawa kabar segar bagi para petani kelapa di tanah air. Pasalnya, Kementan kini mulai melirik teknologi modern untuk menggantikan cara konvensional dalam memanen kelapa.

Baca Juga  Inovasi EC+ Solusi Murah Olah Limbah Cair Sawit Jadi Air Bersih dan Pupuk

Langkah ini disampaikan saat Amran bertemu dengan belasan rektor perguruan tinggi di Kantor Kementan, Jakarta, Kamis (12 Maret 2026). Amran menegaskan bahwa kelapa adalah komoditas global yang permintaannya terus melonjak tajam.

“Ada alat panjat, jadi tidak menggunakan lagi monyet, tapi ada alat baru. Kami langsung minta 10 unit untuk uji coba,” terang Amran.

Belajar dari Pengalaman Pahit

Ketertarikan Amran terhadap alat ini bukan tanpa alasan yang kuat. Ternyata, Amran memiliki pengalaman pribadi sebagai pemanjat kelapa yang penuh dengan risiko keselamatan.

Baca Juga  Inovasi Grafting Singkong Karet Unila, Solusi Cepat Perbanyak Bibit Ubi Kayu Unggul

Oleh karena itu, teknologi inovasi dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) ini diharapkan mampu menekan angka kecelakaan kerja di perkebunan. Bagaimanapun juga, keselamatan nyawa petani jauh lebih berharga daripada sekadar angka produksi.

“Saya dulu kerja panjat kelapa. Kalau kita naik, belum ada angin. Begitu di atas, ada angin. Kita berdoa di atas, semua doa-doa keluar,” ungkap Amran mengenang masa sulitnya.

Genjot Produktivitas Lahan

Selain faktor keamanan, penggunaan mesin ini diyakini bakal mendongkrak hasil panen petani secara signifikan. Mesin tersebut dirancang untuk menjangkau buah kelapa di posisi pohon yang sulit dicapai tangan manusia.

Baca Juga  Aquaponik Modern, Solusi Pangan Hemat Lahan untuk Warga Kota

Namun, Amran masih merahasiakan nilai kontrak pengadaan alat canggih tersebut. Saat ini, pihak kementerian masih dalam tahap negosiasi harga sebelum nantinya diperbanyak secara masal.

“Karena kalau yang pohonnya tinggi tidak bisa dipanjat, pakai mesin pasti bisa diambil kan?” tutupnya.(*)

Berita Terkait

Udara Bersih Tingkatkan Hasil Panen dan Tekan Risiko Kelaparan Global
BRIN Siapkan Peneliti Muda untuk Inovasi di Sektor Pertanian dan Pangan
Aquaponik Modern, Solusi Pangan Hemat Lahan untuk Warga Kota
Inovasi Grafting Singkong Karet Unila, Solusi Cepat Perbanyak Bibit Ubi Kayu Unggul
GeoAI Pertanian, Solusi Canggih Pantau Sawah dan Stok Pangan
Alat Pengering Hybrid Unila, Solusi Modern Pengeringan Hasil Tani
Mentan Amran Borong Teknologi Kampus untuk Petani
Inovasi EC+ Solusi Murah Olah Limbah Cair Sawit Jadi Air Bersih dan Pupuk

Berita Terkait

Minggu, 22 Maret 2026 - 13:38 WIB

Udara Bersih Tingkatkan Hasil Panen dan Tekan Risiko Kelaparan Global

Kamis, 19 Maret 2026 - 19:23 WIB

BRIN Siapkan Peneliti Muda untuk Inovasi di Sektor Pertanian dan Pangan

Kamis, 19 Maret 2026 - 12:37 WIB

Aquaponik Modern, Solusi Pangan Hemat Lahan untuk Warga Kota

Senin, 16 Maret 2026 - 22:52 WIB

Inovasi Grafting Singkong Karet Unila, Solusi Cepat Perbanyak Bibit Ubi Kayu Unggul

Senin, 16 Maret 2026 - 14:04 WIB

GeoAI Pertanian, Solusi Canggih Pantau Sawah dan Stok Pangan

Berita Terbaru

Penguatan rantai pasok kakao melalui agregasi petani, perbaikan sistem pascapanen, dan integrasi logistik dari hulu ke hilir.

Perkebunan

Membenahi Rantai Pasok Kakao Nasional untuk Tekan Impor

Senin, 23 Mar 2026 - 20:04 WIB