Inti Berita:
• Masalah: Risiko kecelakaan kerja saat memanjat pohon kelapa yang tinggi dan ketergantungan pada tenaga hewan (monyet).
• Solusi: Penggunaan alat panjat kelapa inovasi dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).
• Data: Kementerian Pertanian memesan 10 unit tahap awal untuk uji coba operasional.
(Kitani.id): Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman membawa kabar segar bagi para petani kelapa di tanah air. Pasalnya, Kementan kini mulai melirik teknologi modern untuk menggantikan cara konvensional dalam memanen kelapa.
Langkah ini disampaikan saat Amran bertemu dengan belasan rektor perguruan tinggi di Kantor Kementan, Jakarta, Kamis (12 Maret 2026). Amran menegaskan bahwa kelapa adalah komoditas global yang permintaannya terus melonjak tajam.
“Ada alat panjat, jadi tidak menggunakan lagi monyet, tapi ada alat baru. Kami langsung minta 10 unit untuk uji coba,” terang Amran.
Belajar dari Pengalaman Pahit
Ketertarikan Amran terhadap alat ini bukan tanpa alasan yang kuat. Ternyata, Amran memiliki pengalaman pribadi sebagai pemanjat kelapa yang penuh dengan risiko keselamatan.
Oleh karena itu, teknologi inovasi dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) ini diharapkan mampu menekan angka kecelakaan kerja di perkebunan. Bagaimanapun juga, keselamatan nyawa petani jauh lebih berharga daripada sekadar angka produksi.
“Saya dulu kerja panjat kelapa. Kalau kita naik, belum ada angin. Begitu di atas, ada angin. Kita berdoa di atas, semua doa-doa keluar,” ungkap Amran mengenang masa sulitnya.
Genjot Produktivitas Lahan
Selain faktor keamanan, penggunaan mesin ini diyakini bakal mendongkrak hasil panen petani secara signifikan. Mesin tersebut dirancang untuk menjangkau buah kelapa di posisi pohon yang sulit dicapai tangan manusia.
Namun, Amran masih merahasiakan nilai kontrak pengadaan alat canggih tersebut. Saat ini, pihak kementerian masih dalam tahap negosiasi harga sebelum nantinya diperbanyak secara masal.
“Karena kalau yang pohonnya tinggi tidak bisa dipanjat, pakai mesin pasti bisa diambil kan?” tutupnya.(*)








