Saung Opini | Kamis, 26 Maret 2026 - 19:55 WIB
Inti Artikel: • Masalah: Ketimpangan nilai ekonomi kopi antara harga segelas di kafe perkotaan dengan kesejahteraan petani di hulu. • Solusi: Membangun ekosistem yang…
Saung Opini | Kamis, 26 Maret 2026 - 10:33 WIB
Inti Artikel: • Masalah: Produksi lada Lampung merosot tajam dari 50 ribu ton (era 70-an) menjadi hanya kisaran 15 ribu ton di tahun 2026….
Saung Opini | Kamis, 26 Maret 2026 - 08:17 WIB
Inti Artikel: • Masalah: Ancaman krisis ekonomi global dan fenomena “Godzilla El Nino” yang berpotensi mengganggu produktivitas pertanian Lampung di sisa tahun 2026. •…
Saung Opini | Rabu, 25 Maret 2026 - 19:35 WIB
Inti Berita: • Masalah: Perang di Timur Tengah dan pembatasan ekspor dari Tiongkok memicu lonjakan harga minyak serta bahan baku pupuk global (fosfat &…
Saung Opini | Senin, 23 Maret 2026 - 16:32 WIB
Inti Berita: • Masalah: Konflik global dan penghentian ekspor bahan baku pupuk oleh Tiongkok memicu kelangkaan serta lonjakan harga pupuk di Indonesia. • Solusi:…
Saung Opini | Senin, 9 Maret 2026 - 19:50 WIB
(Penulis: Amar Rao) Inti Artikel: • Masalah: Kesenjangan dana iklim dunia mencapai USD 1 triliun. Janji bantuan internasional sering kali tidak memadai dan tergerus…
Saung Opini | Senin, 2 Maret 2026 - 19:41 WIB
Tujuh puluh persen penduduk Lampung tinggal di pedesaan. Mayoritas pekerjaan warganya berkutat di sektor pertanian. Tak pelak, setiap kali Pemilukada para kandidat berebut mengambil…
Saung Opini | Minggu, 8 Februari 2026 - 19:40 WIB
Inti Artikel: • Masalah: Pejabat sering kali terjebak pada simbol jabatan dan perilaku jemawa. • Solusi: Menanamkan rasa cinta dan cita-cita sebagai dasar pelayanan…
Saung Opini | Sabtu, 7 Februari 2026 - 09:37 WIB
Inti Berita: • Masalah: Anak muda Lampung sering mengeluh karena keterbatasan lahan, minim modal, dan kurangnya pengalaman bertani. • Solusi: Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani…
Saung Opini | Kamis, 5 Februari 2026 - 22:54 WIB
Inti Berita: • Masalah: Rendahnya minat generasi muda di Lampung untuk terjun ke dunia pertanian karena dianggap tidak bergengsi, melelahkan, dan tidak menjanjikan masa…